Wednesday, April 01, 2009

Kau dan gundahmu

Berkali sudah kau hinggap di dahanku
kau tumpahkan rasa dan galaumu
sedu sedanmu
kupikir kau memang membutuhkan embun pagi
yang selalu sejuk disetiap pagi
engkau akan bersemayam di dahanku yang paling kau gemari
yang takkan pernah patah

Namun sewaktu kuminta engkau
untuk tetap tinggal disini
bersama angin, badai dan juga sinar mentari
serta kesejukan embun pagi
kau menolaknya
kau bilang akan mencoba pindah ke pohon yang lain
aku tak bisa mencegahmu

Selamat jalan camarku
kepakkan sayapmu
dan kau harus mampu membuang semua gundahmu
kau mungkin tak akan pernah lagi hinggap di dahanku
namun aku takkan merindukanmu

Matraman, akhir Maret 2009

No comments: