Tuesday, December 08, 2009

Lionel Messi dan Daftar Pemain Sepak Bola Terbaik Benua Eropa

Penghargaan sebagai pemain tebaik Eropa diberikan setiap tahun, penghargaan yang kemudian dikenal dengan nama Ballon d’Or tersebut diberikan oleh majalah olahraga Prancis, France Football. Prosesi penganugrahan kali ini diselenggarakan pada 1 Desember 2009, adapun pemain yang mendapat anugrah tersebut adalah pemain berasal dari Argentina, yang sudah beberapa musim membela Barcelona, Lionel Messi. Messi mendapat point yang sangat fantastis, 473 poin, dari total kemungkinan 480 poin. Sebagian besar dari 96 anggota dewan merupakan wartawan dari seluruh dunia menjatuhkan pilihan kepada Messi.

Lionel Messi sudah harus menunggu 3 tahun, sampai akhirnya ia berhasil merengkuh penghargaan tersebut, uniknya, sebelum ia mendapat anugrah tahun ini, ia dua kali masuk nominasi, pada 2007 Messi hanya menempati peringkat ketiga, dibawah Kaka dan Ronaldo, kemudian pada 2008 Messi berada pada posisi kedua dibawah Cristiano Ronaldo.

Penghargaan yang sudah diadakan selama lebih dari setengah abad ini memberikan apresiasi penting kepada para pemain sepakbola bertalenta besar yang membela tim-tim di daratan Eropa, penghargaan diberikan kepada mereka, meskipun mereka bukan warga negara Benua Biru, Eropa. Selengkapanya para peraih penghargaan tersebut adalah sebagai berikut;

No.

Nama Pemain

Tahun

Negara Asal

Bermain di Klub

01

Stanley Matthews

1956

Inggris

Blackpool

02

Alfredo di Stefano

1957

Spanyol

Real Madrid

03

Raymond Kopa

1958

Prancis

Real Madrid

04

Alfredo di Stefano

1959

Spanyol

Real Madrid

05

Luis Suarez

1960

Spanyol

Barcelona

06

Omar Sivori

1961

Italia

Juventus

07

Josef Masopust

1962

Cekoslovakia

Dukia Praha

08

Lev Yashin

1963

Uni Soviet

Dynamo Moskwa

09

Denis Law

1964

Scotlandia

Manchester United

10

Eusebio

1965

Portugal

Benfica

11

Bobby Charlton

1966

Inggris

Manchester United

12

Florian Albert

1967

Hungaria

Farencvarous

13

George Best

1968

Irlandia Utara

Manchester United

14

Gianni Rivera

1969

Italia

AC Milan

15

Gerd Muller

1970

Jerman Barat

Bayern Muenchen

16

Johan Cruyff

1971

Belanda

Ajax Amesterdam

17

Franz Beckenbauer

1972

Jerman Barat

Bayern Muenchen

18

Johan Cruyff

1973

Belanda

Barcelona

19

Johan Cruyff

1974

Belanda

Barcelona

20

Oleg Blokhin

1975

Soviet

Dynamo Kiev

21

Franz Beckenbauer

1976

Jerman Barat

Bayern Muenchen

22

Allan Simonsen

1977

Denmark

Borussia Muenchengladbach

23

Kevin Keegan

1978

Inggris

Hamburg

24

Kevin Keegan

1979

Inggris

Hamburg

25

Karl-Heinz Rummenegge

1980

Jerman Barat

Bayern Muenchen

26

Karl-Heinz Rummenegge

1981

Jerman Barat

Bayern Muenchen

27

Paolo Rossi

1982

Italia

Juventus

28

Michel Platini

1983

Prancis

Juventus

29

Michel Platini

1984

Prancis

Juventus

30

Michel Platini

1985

Prancis

Juventus

31

Igor Balanov

1986

Uni Soviet

Dynamo Kiev

32

Ruud Gullit

1987

Belanda

AC Milan

33

Marco Van Basten

1988

Belanda

AC Milan

34

Marco Van Basten

1989

Belanda

AC Milan

35

Lothar Matthaus

1990

Jerman Barat

Inter Milan

36

Jean-Pierre Papin

1991

Prancis

Marseille

37

Marco Van Basten

1992

Belanda

AC Milan

38

Roberto Baggio

1993

Italia

Juventus

39

Hristo Stoichkov

1994

Bulgaria

Barcelona

40

George Weah

1995

Liberia

AC Milan

41

Matthias Sammer

1996

Jerman

Borussia Dortmunt

42

Ronaldo

1997

Brasil

Inter Milan

43

Zinedene Zidane

1998

Prancis

Juventus

44

Rivaldo

1999

Brasil

Barcelona

45

Luis Figo

2000

Portugal

Real Madrid

46

Michel Owen

2001

Inggris

Liverpool

47

Ronaldo

2002

Brasil

Real Madrid

48

Pavel Nedved

2003

Ceska

Juventus

49

Andriy Shevchenko

2004

Ukrania

AC Milan

50

Ronaldinho

2005

Brasil

Barcelona

51

Fabio Cannavaro

2006

Italia

Real Madrid

52

Ricardo Kaka

2007

Brasil

AC Milan

53

Cristiano Ronaldo

2008

Portugal

Manchester United

54

Lionel Messi

2009

Argentina

Barcelona

Thursday, November 26, 2009

Wartawan AS: Siapa Dibelakang Serangan 9/11 Makin Terkuak

Wartawan investigasi AS, Christopher Bollyn menemukan sejumlah fakta baru yang menguak takbir misteri seputar tragedi serangan 11 September 2001 terhadap gedung kembar World Trade Center.

Dalam laporan hasil investigasinya yang dimuat di situs berita Rebel News, Bollyn mempertanyakan keganjilan yang terjadi saat detik-detik gedung kembar WTC itu ambruk ke tanah. Ia menulis, saat kejadian, sekitar 425.000 kubik meter beton dari gedung berlantai 220 itu hancur menjadi puing sebelum benar-benar ambruk ke tanah, sehingga menimbulkan debu panas membentuk asap piroklastik yang sangat tebal dan bergulung-gulung di jalan-jalan Manhattan.

Bollyn juga mengungkap fakta baru bahwa ketika serangan 11 September terjadi, seluruh gedung kembar World Trade Center statusnya dibawah kepemilikan atau sedang disewakan pada seorang inevstor Yahudi Zionis yang cukup berpengaruh di AS, bernama Larry Silverstein. Silberstein ternyata seorang pengusaha "hitam" karena sejak masa pemerintahan Presiden Bill Clinton, Silverstain dikenai dakwaan kasus penyelundupan narkoba.

Fakta tentang latar belakang investor Yahudi itu, tulis Bollyn, kemungkinan bisa menjelaskan apa sebenarnya yang telah menyebabkan gedung kembar WTC bisa luluh lantak dan ambruk. Bollyn meragukan teori yang selama ini dikedepankan kelompok-kelompok Zionis dan kelompok lobi Israel pada pemerintah AS dan media massa, bahwa gedung kembar itu roboh dengan bentuk seperti kue panekuk. Karena menurut Bollyn, tidak ada sisa beton dan serpihan mental yang masih saling menempel, yang bisa ditemukan dalam puing reruntuhan.

Dalam artikelnya Bollyn menegaskan, jika dilihat dari serpihan beton menara kembar dan debu berbentuk asap piroklastik serta adanya zat aktif super-termit yang ditemukan di sisa-sisa debu, sulit menyimpulkan bahwa kehancuran total menara kembar disebabkan oleh tabrakan pesawat yang menghantam bagian atap gedung.

Dalam artikelnya, Bollyn juga menjelaskan mengapa ia memutuskan pindah ke Jerman dengan membawa serta keluarganya. Ia mengatakan, keputusannya pindah bertepatan dengan "perang melawan teror" yang dirancang Israel dan kemudian dilaksanakan oleh mantan presiden AS, George W. Bush.

"Dari riset awal saya terhadap bukti-bukti dan laporan-laporan media, ada indikasi kuat bahwa intelejen militer Israel lah pelaku serangan 11 September 2001 yang menghancurkan menara kembar. Operasi teroris itu dilakukan untuk menjadikan pimpinan Al-Qaida, Usamah bin Ladin sebagai kambing hitamnya. Kaum Zionis yang sudah mengendalikan pemerintahan AS dan media massa, menjadikan tragedi 11 September untuk mendorong invasi dan penjajahan di Afghanistan," tulis Bollyn.

Ia juga mengungkap dan membeberkan insiden serangan yang dialaminya pada bulan Agustus 2006. Sekelompok polisi yang menyamar, masuk ke dalam rumahnya dan menyerangnya hingga sikunya patah. "Saya pun sadar bahwa insting saya pada tahun 2001 benar dan AS bukanlah tempat yang aman untuk menyelidiki peristiwa serangan 11 September," ungkap Bollyn.

Di akhir bulan November 2001, Bollyn berkesempatan bertemu dengan mantan anggota parlemen yang juga pakar intelejen, Andreas von Bülow di rumahnya di dekat kawasan Cologne, Jerman. Mereka berdiskusi dan sepakat bahwa ada peran intelejen Israel dalam serangan 11 September 2001 yang dikamuflasekan sebagai serangan teroris yang dilakukan oleh kelompok Al-Qaida.

Untuk melengkapi investigasinya, Bollyn juga menjumpai Markus "Mischa" Wolf, seorang Yahudi Jerman yang dikenal sebagai mata-mata ulung dan pernah memimpin operasi-operasi intejen di Jerman Timur selama 35 tahun. Bollyn menulis, Markus Wolf yang lahir pada tahun 1923 di selatan Jerman, berasal dari keluarga Yahudi yang cukup berpengaruh. Selama masa Perang Dunia II, Wolf dan keluarganya yang komunis menetap di Uni Sovyet. Setelah perang usai, keluarga Wolf dikirim ke Berlin bersama Walter Ulbricht, seorang pendiri kelompok totalitarian DDR di Jerman Timur.

"Dia (Wolf) bekerja sebagai wartawan di sebuah stasiun radio di wilayah Jerman yang masih dikuasai Soviet dan menjadi salah satu saksi mata dalam proses persidangan Nuremberg," tulis Bollyn. Persidangan Nuremberg adalah persidangan untuk mengadili para tentara Nazi setelah kalah dalam Perang Dunia II. Wolf, tambah Bollyn, meninggal pada 9 November 2006 bertepatan dengan peringatan 17 tahun runtuhnya tembok Berlin.

Selain Wolf, tokoh Yahudi lainnya yang ditemui Bollyn adalah Frau Marek yang bekerja untuk sejumlah agen intelejen termasuk agen intelejen Israel, Mossad. "Marek punya latar belakang ilmu fisika dan ia mengatakan pada saya bahwa ia punya informasi tentang senjata sinar infra merah yang bisa diarahkan energinya dan senjata itu dikembangkan oleh Uni Soviet," tulis Bollyn.

Mengutip keterangan Marek, Bollyn mengatakan bahwa senjata infra merah itu kemungkinan digunakan dalam peristiwa serangan 11 September 2001 ke menara kembar WTC. Senjata itu menurut Marek mampu meluluhlantakkan menara-menara beton seperti menara kembar WTC di New York. (ln/prtv)

Postingan ini dikutip dari;http://www.eramuslim.com/berita/dunia/wartawan-as-siapa-dibelakang-serangan-9-11-makin-terkuak.htm

Thursday, November 19, 2009

Kontestan Finalis Word Cup 2010 di Afrika Selatan

Berikut daftar finalis Piala Dunia 2010:

EROPA
Denmark
Jerman
Spanyol
Inggris
Serbia
Italia
Belanda
Swiss
Slovakia
Portugal
Yunani
Prancis
Slovenia

AFRIKA

Afrika Selatan (tuan rumah)
Ghana
Pantai Gading
Kamerun
Nigeria
Aljazair

ASIA/OCEANIA
Australia
Jepang
Korea Selatan
Korea Utara
Selandia Baru

CONCACAF:

Amerika Serikat
Meksiko
Honduras

AMERIKA SELATAN
Brasil
Paraguay
Cile
Argentina
Uruguay

Saya menjagokan Prancis keluar sebagai pemenang pada gelaran tersebut, meskipun terseok-seok pada babak penyisihan, bukan berarti otomatis akan bernasib tragis di babak final, kita tunggu aksi-aksi Si Ayam Jantan dari Benua Biru.
Bila bukan Prancis yang keluar sebagai pemenang, maka kemungkinan kedua adalah Argentina, saya sangat menyukai sosok sang pelatih Diego Armando Maradona (minus kelakuan 'gila'nya) beberapa waktu lalu tentunya.

Pemain Sepak Bola Muslim di Liga Eropa

PREMIER LEAGUE Inggris

1. Emanuel Eboue (Arsenal/Pantai Gading)

2. Samir Nasri (Arsenal/Prancis)

3. Armand Traore (Arsenal/Prancis)

4. Nicolas Anelka, Abdul Salam Bilal (Chelsea/Prancis)

5. Salomon Kalou (Chelsea/Pantai Gading)

6. El Hadji Diouf (Blacburn Rovers/Senegal)

7. Diomansy Kamara (Fulham/Senegal)

8. Kolo Toure (Mancester City/Pantai Gading)

9. Abdoulaye Faye (Stoke City/Senegal)

10.Ibrahima Sonko (Stoke City/Senegal)

11.Papa Bouba Diop (Portsmouth/Senegal)

12.Younes Kaboul (Portsmouth/Prancis)

13.Nadir Belhadj (Portsmouth/Aljazair)

14.Hameur Bouazza (Birmingham/Aljazair)

15.Nabil El Zhar (Liverpool/Maroko)

SERIE A Italia

1. Hasan Salihamidzic (Juventus/Bosnia)

2. Sulley Muntari (Inter Milan/Ghana)

3. Mohammed Sissoko (Juventus/Prancis)

4.Mourad Meghni (Lazio/Prancis)

5. Samir Handanovic (Udinese/Slovenia)

6. Blerim Dzemaili (Torino/Swiss)

7. Ahmad Baruso (Siena/Ghana)

8. Ousmane Dabo (Lazio/Prancis)

LIGA PRIMERA Spanyol

1. Karim Benzema (Real Madrid/Prancis)

2. Lassana Diarra (Real Madrid/Prancis)

3. Mahammadou Diara (Real Madrid/Mali)

4. Yaya Toure (Barcelona/Pantai Gading)

5. Seydou Keita (Barcelona/Mali)

6. Eric Abidal (Barcelona/Prancis)

7. Zlatan Ibrahimovic (Barcelona/Swedia)

8. Frederic Kanoute (Sevilla/Mali)

9. Abdoulay Konko (Sevilla/Prancis)

10. Mohammed Tchite (Racing Santander/Burundi)

11. Pascal Cygan (Vilareal/Prancis)

BUNDESLIGA Jerman

1. Franck Ribery (Bayern Muenchen/Prancis)

2. Hamit Altintop (Bayern Muenchen/Turki)

3. Halil Altintop (Schalke/Turki)

4. Karim Zaini (VfL Wolfsburg/Aljazair)

5. Askhan Dejagah (VfL Wolfsburg/Iran)

6. Khalid Boulahrouz (VfB Stuttgart/Belanda)

7. Sami Khedira (VfB Stuttgart/Jerman)

8. Serdar Tasci (VfB Stuttgart/Jerman)

9. Mohamed Zidan (Borussia Dortmund/Mesir)

10.Mohamed El Yaaqoubi (Real Sociedad/Maroko)

EREDEVISIE Belanda

1. Ibrahim Afellay (PSV Eindhoven/Belanda)

2. Ismail Aissati (Ajax Amesterdam/Belanda)

3. Miralem Sulejmani (Ajax Amesterdam/Serbia)

4. Rachid Bouazan (NEC Nijmegen/Belanda-Maroko)

5. Tarik Elyouonusi (SC Herenveen/Norwegia)

6. Nuri Sahin (Feyenord/Prancis)

LIGUE 1 Prancis

1. Hatem Ben Arfa (Olypique Marseille/Prancis)

2. Djimi Traroe (AS Monako/Mali)

Liga lainnya

1. Zlatan Muslimovic (PAOK Saloniki/Bosnia)

2. Sheki Kuqi (Ipswich/Finlandia)

3. Mohammed “Mo” Camara (St Mirren/Guinea)