Tuesday, November 17, 2009

Permohonan Maaf Kepada PT Indocool Solusi Cemerlang

Saya menyatakan menyesal dan memohon maaf atas ketidaknyamanan salah satu perusahaan yang menjadi costumer saya, yaitu PT Indocool Solusi Cemerlang, sehubungan dengan pemuatan postingan saya yang berjudul "MY Journey to PT Indocool". Tidak ada maksud saya membuat PT Indocool Solusi Cemerlang dan/atau staf/karyawannya tidak nyaman, tulisan tersebut semestinya saya tulis sebagai diary saya, namun ketika saya membuka Blog, terlintas untuk mem-postingnya. Sebagai bentuk kongkrit permintaan maaf dan penyesalan, mulai saat ini tulisan tersebut saya hapus dari Blog ini.
Pada kesempatan ini saya juga mengucapkan terima kasih atas koreksi yang Anda sampaikan.

Tuesday, November 03, 2009

Noam Chomsky; "Obama 'Godfather' Baru AS"

Intelektual asal AS Noam Chomsky mengingatkan dunia internasional agar tidak terlalu banyak berharap Presiden AS Barack Obama akan melakukan perubahan signifikan dalam gaya pemerintahan dan kebijakan negeri Paman Sam itu. Menurut Chomsky, AS di bawah kepemimpinan Barack Obama masih akan mempertahankan apa yang disebut Chomsky "prinsip-prinsip mafia" dalam kebijakan luar negerinya.

"Ketika Obama resmi menjadi presiden, Condoleezza Rice bilang Obama akan melanjutkan kebijakan Bush dan sedikit banyak itulah yang terjadi. Yang berbeda cuma gaya retorikanya saja. Padahal yang dibutuhkan adalah perbuatan baik buka cuma retorika. Tindakan yang baik akan memunculkan cerita yang berbeda," ujar Chomsky.

Ia mengungkapkan hal tersebut dalam ceramahnya di School of Oriental and African Studies (SOAS) di London, Inggris. Pada kesempatan itu, Chomsky membeberkan berbagai contoh doktin-doktrin kebijakan luar negeri AS sejak berakhirnya Perang Dunia II sampai masa pemerintahan Obama.

Menurutnya, tidak ada perubahan mendasar dalam konsep fundamental kebijakan luar negeri AS. AS masih tetap berpegang pada keyakinan tradisionalnya bahwa jika AS bisa menguasai dan mengkontrol sumber-sumber energi di Timur Tengah, maka AS bisa menguasai dan mengendalikan dunia. Chomsky menyebut doktrin yang diterapkan AS dalam kebijakan luar negerinya untuk medominasi dunia itu sama dengan "prinsip mafia".

Iran dan Irak

"Seorang Godfather (sebutan untuk bos mafia) tidak mentoleransi 'para pembangkangnya, apalagi jika pembangkang itu sukses'. Bagi AS, bersikap seperti itu sangat berbahaya dan oleh sebab itu bagi AS, pembangkang harus disingkirkan agar yang lain tahu bahwa ketidakpatuhan pada AS bukan sebuah pilihan. Pembangkang yang sukses, bagi AS merupakan "virus" yang bisa menular kemana-mana,"papar Chomsky.

Dan salah satu "virus" yang ditakutkan AS sampai saat ini adalah Iran. Ketakutan itu sudah ditunjukkan AS saat menumbangkan parlemen Iran yang terpilih secara demokratis pada tahun 1953. "Tujuan AS waktu itu adalah ingin mengendalikan sumber-sumber minyak Iran," kata Chomsky.

Tapi AS kembali harus menghadapi "virus" pembangkangan pada tahun 1979, ketika pecah revolusi Islam Iran. Kali ini, upaya AS untuk memusnahkan "virus" itu dengan membujuk militer Iran, gagal total. Dan AS beralih memberikan dukungan pada pemimpin Irak, Saddam Hussein saat untuk melakukan invasi ke Iran.

"Sampai detik ini, AS masih terus 'menyiksa' Iran dengan sanksi dan alat tekanan lainnya," sambung Chomsky.

Ia mencibir tudingan yang menyebutkan kemungkinan Iran membangun program nuklirnya untuk membuat persenjataan. Ia malah menyebutkan bahwa AS-lah yang sudah menyiapkan senjata-senjata anti-misil di Israel, bukan untuk pertahanan negara tapi untuk sewaktu-waktu menyerang Iran.

Chomsky juga mengingatkan kembali hubungan mesra AS dengan mantan pemimpin Irak, Saddam Hussein. Hubungan itu berlanjut hingga selesainya perang Irak-Iran di era tahun 1980-an. AS mengundang para ilmuwan Irak dan memberikan pelatihan dalam bidang program nuklir. AS mulai kesal dengan Saddam Hussein ketika pemimpin Irak itu melakukan invasi ke Kuwait pada tahun 1990-an yang juga salah satu sekutu dekat AS di Timur Tengah.

"AS dengan cepat berubah. Saddam yang tadinya teman akrab AS menjadi sosok yang dianggap seperti reinkarnasi Hitler oleh AS," tukas Chomsky.

Akhirnya dengan segala cara dan alasan yang manipulatif, AS melakukan agresi ke Irak dan melakukan "genosida" terhadap rakyat sipil di Negeri 1001 Malam itu. Begitu pula di Afghanistan dan kawasan Timur Tengah lainnya, kepentingan AS cuma satu, yaitu menguasai sumber alam berupa hasil minyak bumi yang melimpah di kawasan tersebut dengan atau tanpa kekerasan.

Dan lewat media massa serta sejumlah intelektual pro-pemerintah, pemerintah AS berhasil memanipulasi publik AS dengan mengatakan bahwa kejahatan dan kekejaman yang dilakukan AS adalah untuk "pertahanan" negara atau "intervensi demi kepentingan kemanusiaan."

Chomsky menambahkan, Obama telah memperluas perang Bush di Afghanistan dengan melibatkan NATO yang digunakan AS bukan untuk memperkuat kontrol AS terhadap suplai energi tapi juga untuk menjaga agar Eropa tetap dibawah kendali AS.

Sumber-sumber minyak di Timur Tengah, kata Chomsky, merupakan "sumber dari kekuatan strategis" dan "salah satu material yang paling berharga dalam sejarah dunia". Ia mengutip pernyataan mantan presiden AS Eisenhower yang mengatakan bahwa Timur Tengah dan sumber minyaknya merupakan "wilayah yang secara strategis paling penting di dunia."

Jika AS berhasil menguasai sumber minyak Timur Tengah, maka AS secara subtansial bakal menjadi penguasa dunia. Untuk itu, AS harus memberikan dukungan pada regime yang brutal dan kejam serta menghalangi pembangunan serta demokratisasi di Timur Tengah. Satu hal yang sebenarnya bertentangan dengan retorika AS selama ini yang katanya ingin menegakkan demokrasi di kawasan itu.

Somalia, Darfur dan Israel

Peran AS dalam kekacauan di Somalia menurut Chomsky, salah satunya adalah kampanye perang melawan teror yang dikobarkan AS. AS berhasil menimbulkan opini bahwa lembaga amal Muslim di Somalia, Barakat adalah salah satu organisasi yang memberikan bantuan pada teroris, sehingga lembaga itu ditutup.

Penutupan Barakat merupakan pukulan berat bagi Somalia karena lembaga ini memainkan peran yang cukup besar dalam perekonomian Somalia. Lembaga amal itu bukan hanya memberikan bantuan bagi orang-orang miskin di Somali tapi juga mengelola bank dan sejumlah perusahaan di negeri itu.

"Barakat adalah bagian penting perekonomian Somalia. Menutup lembaga itu memberikan kontribusi yang besar bagi melemahnya kondisi sosial rakyat Somalia," ujar Chomsky.

Mengomentari konflik berkepanjangan di Darfur, Chomsky menilai Darfur menjadi korban permainan para aktivis humanis dari Barat yang mendistorsi akar konflik yang sebenarnya terjadi di negeri itu. "Darfur menjadi populer di kalangan humanis Barat. Mereka mendistorsi penyebab konflik dan dengan mudahnya mengkambinghitamkan 'orang-orang Arab' dan menyebut 'para penjahat' sebagai otak dari kekacauan di Darfur," tukas Chomsky.

Itu semua pada dasarnya strategi licik yang dimainkan Barat, termasuk AS seperti yang mereka mainkan di negara Kongo dan Rwanda. Di kedua negara itu, mereka membiayai para milisi untuk membunuh dan membantai siapa saja yang menghalangi Barat untuk menguasai sumber-sumber mineral di negeri itu.

Sementara terkait konflik Israel-Palestina, Chomsky berpendapat Obama tidak melakukan upaya yang nyata untuk menekan Israel agar memenuhi kewajiban-kewajibannya, meski sikap Obama terhadap Israel terkesan lebih keras dibandingkan Bush. Pemerintah AS dibawah kepemimpinan Obama, tetap tidak berani menghentikan bantuannya untuk Tel Aviv sehingga Israel merasa tidak perlu mendengarkan kritikan dan mematuhi seruan Washington dalam proses perdamaian Israel-Palestina.

Chomsky menegaskan, publik di AS dan Inggris kini makin terbuka matanya dengan berbagai kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel di Palestina. Tapi sikap Israel tidak akan berubah jika ada tekanan yang kuat dari Barat.

"Masih banyak yang harus dilakukan negara-negara Barat, utamanya AS untuk menekan Israel agar mengubah kebijakan-kebijakannya atas Palestina," tandas Chomsky. (ln/mol)

Friday, October 09, 2009

Polpulasi Muslim Dunia, Kebrutalan Bangsa Kulit Putih dan Soft Power

Laporan hasil riset terbaru yang dikeluarkan oleh Pew Forum on Religion and Public Life menunjukkan bahwa populasi atau jumlah umat Islam penghuni bumi adalah sekitar 1,57 miliar jiwa, jumlah tersebut sama dengan 23% dari populasi manusia sejagat, yaitu 6,8 miliar jiwa.
Laporan tersebut direalese dengan judul “Mapping The Global Muslim Population”. Dari laporan tersebut juga dipastikan bahwa Indonesia menjadi negara dengan jumlah penganut muslim terbanyak di dunia, yaitu berkisar 200 juta jiwa, urutan kedua ditempati oleh Pakistan, dengan jumlah kaum muslim sebanyak 175 jiwa, dan kemudian India ditempat ketiga dengan jumlah 160 juta jiwa.
Tim Pew Forum menghabiskan waktu hampir tiga tahun untuk menganalisis data terbaik yang tersedia dari 232 negara dan wilayah. Penelitian itu bermaksud untuk mendapat gambaran komprehensif terbaik tentang populasi Muslim dunia pada waktu tertentu. Mereka mengambil data yang mereka gabungkan dari sensus dan survei nasional dan memproyeksikannya berdasarkan pada apa yang mereka tahu tentang pertambahan penduduk di setiap negara.
Bagi kita umat Islam tentu jumlah itu cukup mengegembirakan, sebab dari hasil riset tersebut juga bisa menjadi indikator keberhasilan umat Islam dalam menyebarluaskan ajaran agamanya, namun disisi lain, juga bisa menjadi sebuah keprihatinan tersendiri, sebab kuatitas yang makin besar belum didiringi dengan kualitas yang menggembirakan. Sebagai contoh Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dunia, namun ternyata juga menjadi menduduki peringkat kedua (setelah Rusia) dalam hal pornografi, padahal orang Islam tahu, pornografi merupakan salah satu hal yang terlarang dalam ajaran agamanya, bahkan sangat terlarang, ironis memang, namun seperti itulah realitasnya.
Pada saat yang bersama an dengan dikeluarkannya hasil riset ini, kita juga melihat realitas bahwa negara-negara Barat, dalam hal ini dimotori oleh Amerika, tengah melampiaskan nafsunya guna menguasai sebagian negara-negara Islam, impilkasi dari nafsu brutal Amerika dan sekutunya tersebut adalah pembasmian kaum muslim di sebagian negara muslim yang saat ini mereka jajah, kita ambil contoh di Irak, Afganistan dan juga Palestina, dengan berbagai dalih pembenaran mereka mengerahkan pasukan perangnya dalam jumlah yang sangat besar. Nyawa umat Islam bagi mereka sangat tidak berharga, hak asasi manusia yang mereka agungkan di negaranya mereka abaikan. Seolah-olah hanya mereka yang punya hak asasi manusia dan punya hak hidup di muka bumi ini.
Bangsa Barat, dalam hal ini Eropa dan Amerika, tidak menyadari bahwa dengan ‘soft power’ yang dimiliknya diam-diam kaum muslim sebenarnya sedang menguasai tanah tumpah darah mereka, hanya memang bedanya, tidak dengan jalan peperangan dan pertumpahan darah. Lihat betapa pesatnya perkembangan jumlah penganut muslim di daratan Eropa, di Amerika pun menunjukkan bukti yang sama, Islam menjadi agama yang jumlah penganutnya paling pesat pertambahannya. Beberapa faktor yang menjadi penyebab pesatnya pertumbuhan jumlah umat Islam di kedua benua tersebut, diantaranya adalah kesadaran sebagian penduduk benua biru dan negeri Paman Sam akan kebenaran sejati yang ada dalam ajaran Islam, setelah batin mereka sekian lama mengalami diaspora, akhirnya hidayah mendatangi mereka, mereka meyakini sepenuh hati bahwa Islam adalah agama yang paling rasional dan universal ,hal tersebut dibuktikan dengan logika dalam ajaran-ajarannya. Faktor lain yang menjadi pemicu pesatnya jumlah pemeluk Islam di negara-negara Barat adalah imigrasi, ya…perpidahan penduduk dari negara-negara muslim tidak dipungkiri menjadi faktor lain penyebab pesatnya pertumbuhan jumlah penganut Islam, hal tersebut didukung juga oleh total fertility rate yang tak berimbang, di satu sisi, penduduk pribumi (bangsa kulit putih) mengalami penurunan tingkat kelahiran, sementara pada kalangan pendatang tingkat kelahiran cukup stabil, dalam jumlah lebih dari 3 anak per keluarga.
Ada satu instrumen lagi yang kadang orang lupa memperhitungkannya, yaitu faktor ekonomi. Tumbangya ekonomi kapitalis liberal menjadi berkah tersendiri bagi pencarian model penataan ekonomi baru, dan salah satu model aplikasi ekonomi yang sangat diperhitungkan adalah ekonomi syariah, salah satu cabang ajaran Islam yang kini makin digandrungi di kalangan orang-orang Barat.

Wednesday, October 07, 2009

Indonesia dan G 20

Terhitung sejak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok G 20 (G-20) di Pittsburgh, AS, akhir September 2009, secara resmi terjadi penggantian fungsi Kelompok 8 (G-8) oleh kelompok G-20 sebagai forum resmi kerjasama ekonomi global.
Dengan demikian G-20 merupakan kekuatan yang sangat signifikan dalam percaturan ekonomi global, sebab secara statistik negara-negara G-20 menguasai 85 persen Gross National Product (GNP) dunia, dan 80 persen perdagangan global. Bagi Indonesia sendiri penggabungan tersebut merupakan sebuah ‘berkah’ tersendiri, sebab peleburan G-8 menjadi G-20 otomatis memasukkan Indonesia ke jajaran kelompok elite dunia. Perubahan tersebut juga mencerminkan pergeseran kekuatan yang fundamental dari negara industri ke negara berkembang.
Menurut Kompas, sebenarnya wacana perluasan G-8 menjadi G-20 sudah ada dalam berbagai pertemuan G-20. Tetapi, wacana tinggal wacana, karena masih banyak ganjalan, termasuk sikap Jepang yang menolak China tampil ke panggung dunia.
Namun, keputusan para pemimpin negara yang berkumpul di Pittsburgh untuk menggantikan G-8 menjadi G-20 terjadi juga, lebih cepat dari yang diduga. Alasannya antara lain terjadinya krisis ekonomi global telah mempercepat perubahan tatanan ekonomi global.
Meski telah terjadi penggabungan dan atau peleburan, G-8 tetap akan terus mengadakan pertemuan untuk membahas hal-hal penting negara-negara maju, seperti isu keamanan internasional. Akan tetapi pertemuan G-8 akan diadakan ketika para kepala negara berkumpul untuk pertemuan lain, bukan pertemuan khusus seperti KTT.
Dunia saat ini tidak hanya dikusai oleh 8 negara industri kaya yang didominasi oleh AS dan negara-negara Uni Eropa. Arus barang dan jasa juga banyak mengalir dari negara-negara berkembang yang dahulu dipandang sebelah mata oleh negara-negara industri.
Perekonomian negara-negara berkembang saat ini telah menempati lebih dari separuh perekonomian global. Sayangnya, bayak dari negara yang ekonominya bertumbuh sangat cepat tak termasuk dalam kelompok elite G-8 itu. Memang, dalam pertemuan-pertemuan G-8 sering juga diundang negara berkembang seperti China. Namun kenyataannya G-8 tetap saja merupakan kelompok ekslusif elite negara-negara industri.
Selain inisiatif presiden AS Barrack Obama, China dan Brasil juga merupakan negara berkembang yang mendorong perluasan perluasan G-8 menjadi G-20. meningkatnya peranan G-20 membuat terjadinya perubahan terbesar dan terpenting dalam perekonomian global. Hal ini mengubah akar koordinasi kerjasama internasional dalam beberapa dekade terakhir.
Indonesia sebagai salah satu anggota G-20, merupakan salah satu pihak yang senang dengan keputusan digantikannya G-8 menjadi G-20 itu. Menurut Presiden SBY dalam jumpa pers di Pittsburgh, Indonesia berada dalam posisi strategis dalam menentukan arah dan kebijakan perekonomian global.
Kelak, Indonesia sebagai negara dengan ekonomi nomer 16 di dunia akan lebih banyak lagi diajak berdiskusi dan akan didengar pendapatnya di G-20. Posisi tawar akan menjadi semakin kuat dibandingkan dengan hanya menjadi tamu dan penonton G-8.
Persoalannya, apakah kita mampu memanfaatkan dengan maksimal posisi tawar yang semakin kuat ini dengan dalam percaturan ekonomi internasional. Kredo bahwa keinginan negara industri sering justru merugikan negara berkembang seharusnya dapat diubah dengan semakin besarnya peranan negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sebagai negara yang diperhitungkan, Indonesia harus berani menyuarakan perlawanan atau ketidaksepakatan dengan negara-negara yang lebih besar dan lebih kuat. Banyak hal menantang yang seharusnya dapat disuarakan oleh Indonesia dalam forum tersebut. Misalnya soal utang, ketanagakerjaan, perdagangan, dan ekspor. Negara berkembang, termasuk Indonesia telah diberikan kesempatan lebih memiliki gigi dalam forum ini.
Adapun negara-negara yang berkumpul dalam forum G-20 di Pittsburgh tersebut adalah;
1. Afrika Selatan : Presiden Jacob Zuma
2. Amerika Serikat : Presiden Barrack Obama
3. Arab Saudi : Raja Abdullah
4. Argentina : Presiden Cristina Fernandes de Kirchner
5. Australia : Perdana Menteri Kevin Rudd
6. Brasil : Presiden Luiz Inacio Lula da Silva
7. China : Presiden Hu Jintao
8. India : Perdana Menteri Manmohan Singh
9. Indonesia : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
10. Inggris : Perdana Menteri Gordon Brown
11. Italia : Perdana Menteri Silvio Berlusconi
12. Jepang : Perdana Menteri Yukio Hatoyama
13. Jerman : Kanselir Angela Merkel
14. Kanada : Perdana Menteri Stephen Herper
15. Korea Selatan : Presiden Lee Myung-bak
16. Meksiko : Presiden Filipe Calderon
17. Perancis : Presiden Nicolas Sarkozy
18. Rusia : Presiden Dmitry Medvedev
19. Turki : Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan
20. Uni Eropa : Diwakili oleh presiden bergilir UE dan Bank Sentral
Eropa

Tuesday, August 04, 2009

dari Milis TDA

Mas Mukti harus bisa memberikan gambaran yang memadai mengenai usaha yang akan dijalankan dan bagaimana prospeknya ke depan nanti, yang jangan lupa disampaikan juga; Anda harus mengatakan pada pasangan Anda, bila usaha yang Anda jalankan sudah survive dan stabil serta profitable, Anda bisa punya waktu lebih banyak lagi untuk keluarga, bila dibandingkan dengan ketika Anda TDB misalnya.

http://chemicalmain tenance.multiply .com/

http://duniahafid. blogspot. com/

--- Pada Sel, 28/7/09, mukti husodo menulis:

Dari: mukti husodo
Judul: [tangandiatas] [ask]Bagaimana meyakinkan pasangan kita...
Kepada: tangandiatas@ yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 28 Juli, 2009, 6:51 AM



Teman -teman, saya yakin banyak diantara kita yang saat pertama memutuskan

untuk berbisnis mendapat tentangan atau pertidaksetujuan daru pasangan kita.

Begitupun yang saya hadapi saat ini.

Bagaimana ya caranya untuk meyakinkan pasangan kita, sedangkan mereka sudah

memasang perisai penolakan yang sulit ditembus??? =)

Minta saran dan pengalamannya dong...

salam....

Selamat Pak Bambang, semoga sukses selalu, insyaAlloh saya ingin konsul ke Bapak, bagaimana step untuk bisa jadi rekanan di perusahaan tersebut

http://chemicalmain tenance.multiply .com/

http://duniahafid. blogspot. com/

--- Pada Rab, 29/7/09, Bambang Priyadi menulis:

Dari: Bambang Priyadi
Judul: [tangandiatas] Lolos HSE Audit dari Conocophilip
Kepada: tangandiatas@ yahoogroups. com
Tanggal: Rabu, 29 Juli, 2009, 7:27 PM



Dear All,

Alhamdulillah. ... , Perusahaan kami baru saja lolos Audit HSE (Health Safety

and Environment)

dari ConocoPhillip. Perusahaan perminyakan milik asing .

Bila ada teman2 yang mendapat kesulitan dalam urusan audit HSE , mungkin

saya bisa berbagi pengalaman.

Salam Funtastik,

Bambang Priyadi

Wednesday, June 24, 2009

Carrefour dibeli BUMN Israel

Harian Bisnis Indonesia edisi Rabu, 24 Juni 2009 mengutip pernyataan dari Flexnews, bahwa salah satu industrialis Israel yang bernama Eli Hurvitz, bernaung dibawah bendera Koor Industries, siap mengakusisi Carrefour Prancis senilai 3,5 miliar shekel atau setara dengan US$ 886 juta, setelah dewan direksi awal pekan ini sepakat untuk mengambil alih.
Koor mengumumkan hal tersebut setelah sebelumnya memiliki 1,76 juta lembar saham atau 0,25% kepemilikan saham ritel terbesar kedua di dunia ini. Ketika itu Koor membayar saham tersebut seharga 284 juta shekel.
Lebih lanjut Bisnis Indonesia memberitakan, bahwa Koor telah membuat kesepakatan dengan HSBC untuk menambah pinjaman sebesar sebesar 300 juta euro untuk memborong saham tersebut. Sebagian dana pengambilalihan itu diperoleh dari pinjaman dan sebagian lainnya dari dana sendiri, dengan komposisi yang sama.
“Penggunaan pinjaman dan kebijakan investasi di saham Carrefour itu tergantung beberapa kondisi, termasuk perkiraan perusahaan dalam pengembangan pasar,” kata direksi Koor, demikian Bisnis Indonesia mengutip Flexnews.
Ketika Bisnis Indonesia mengkonfirmasi akan adanya pengambilalihan Carrefour oleh BUMN Israel Koor Industries, Direktur Corporate Affairs PT Carrefour Indonesia Irawan D. Kadarman menegaskan pihak manapun dapat membeli saham melalui bursa, mengingat Carrefour adalah perusahaan terbuka.
“Tidak ada akuisisi apapun. Mohon tidak salah menyimpulkan. Kami (Carrefour) adalah perusahaan terbuka (tbk.), karenanya pihak eksternal manapun dapat membeli melalui bursa saham,” kata Irawan, yang tengah mengikuti rapat eksekutif Carrefour di Prancis.
Irawan mengatakan saat ini, jumlah hypermarket Carrefour terbanyak ada di Prancis dengan jumlah 218 unit. Adapun gerai di Indonesia termasuk sedikit, hanya 45 toko.
Berdasarkan data www.carrefour.com, selama 2008 Carrefour dengan toko sebanyak 15.430 unit di berbagai belahan dunia mampu meraup omzet 97,56 miliar euro. Adapun Carrefour di Indonesia dengan 43 gerai menyumbang omzet 893 juta euro.
Carrefour berdiri pada 1959. Saat ini Grup Carrefour menjalankan bisnis hipermarket, supermarket, toko diskon (hard discount store), convenience store, cash and carry. Ritel asal Perancis tersebut terus merambah negara di Amerika, Eropa dan Asia.
Carrefour saat ini sudah masuk Spanyol, Italia, Belgia, Yunani, Portugal, Polandia, Turki, Rumania, Brasil, Argentina, Colombia, Taiwan, China, Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia.
Sementara itu Koor Industries, anak usaha IDB Holding, adalah satu dari induk usaha terbesar di Israel, investasi perusahaan terdiri dari berbagai segmen bisnis dan focus pada investasi berskala besar di perusahaan-perusahaan yang beroprasi di pasar global.
Umumnya Koor mengambil alih saham perusahaan global global ketika pasar saham perusahaan tersebut sedang jatuh seperti masa krisis sekarang ini.
Koor aktif berinvestasi di perusahaan agrokimia seperti Makhfesim Agan Industries, perusahaan keuangan seperti Credit Suisse, teknologi dan komunikasi seperti Microwave Networks and ECtel, asset menajemen seperti Epsilon Investment House, dan Modal Ventura seperti di Koor Corporate Ventura Capital.
Startegi portofolio Koor adalah menawarkan produk dan solusi yang terbaik beserta turunanya, menagkap kesempatan pasar internasional dan inovasi, kualitas dan layanan.
Pemegang saham utama Koor adalah IDB Group yang menguasai 76%-62,5% di Discount Investment Corporation dan 13,5% di IDB Development Corporation. Saham Koor diperdagangkan di Tel Aviv Stock Exchange (TASE) dengan kode KOR.

Monday, June 08, 2009

Washington Concensus

Konsensus Washinton lahir dari kesepakatan antara IMF, Bank Dunia, dan Departemen Keuangan Amerika Serikat yang dibuat pada 1989 di Washington DC. Kesepakatan itu adalah rekomendasi kebijakan yang harus dilakukan negara-negara Amerika Latin yang saat itu mengalami krisis ekonomi.
Perlu diketahui, paa era 1980-an, negara-negara Amerika Latin mengalami the lost decade, yang dimulai ketika Meksiko ngemplang utang pada 1982.
Karena tak ingin dicederai, seperti yang dilakukan Meksiko, para kreditor (termasuk IMF, Bank Dunia, dan AS) yang telah memberikan pinjaman kepada negara-negara Amerika Latin (yang waktu itu terkena ‘efek Meksiko’) mengeluarkan rekomendasi kebijakan yang mengacu kepada Konsensus Washinton.
Bisa jadi, Konsensus Washington merupakan refleksi ‘kemarahan’ para kreditor yang merasa dirugikan akibat tindakan sepihak yang dilakukan Meksiko tersebut diatas. Para kreditur mungkin tak sepenuhnya salah dengan penerapan Konsensus Washington bagi Amerika Latin.
Kebanyakan pemerintah di Amerika Latin memang telah gagal mengelola keuangan akibat jor-joran membuat utang luar negeri. Akibatnya deficit fiscal membegkak, yang akhirnya tidak bisa membayar utang kepada para kreditor.
Maka, dilakukanlah pilar pertama Konsensus Washington: pengetatan fiskal dengan dalih mengendalikan deficit fiskal. Namun dibalik itu sesungguhnya motivasi utamanya adalah memaksimalkan pengembalian pinjaman kepada kreditor.
Neoliberalisme adalah stigma yang diberikan oleh ekonom (biasanya penganut antiliberalisme) terhadap doktrin yang tertuang dalam Washington Concensus(Konsensus Washington).
Konsensus Washington mengandung 10 butir kebijakan:
1. Dispilin fiskal
2. Pengurangan belanja negara
3. Reformasi perpajakan
4. Liberalisasi suku bungan
5. Kurs mata uang dengan mempertimbankan daya saing
6. Liberalisasi sektor perdagangan
7. Liberalisasi invesatasi asing
8. Privatisasi
9. Deregulasi, dan
10. Perlindungan hak cipta
Kesepuluh butir ini dikelompokkan dalam tiga pilar, yakni pengetatan fiskal, privatisasi, dan liberalisasi pasar

Tuesday, June 02, 2009

Penghianat Peradaban

Dialah pengkhianat yang hingga akhir zaman akan selalu disebut dalam sejarah Islam sebagai pengkhianat peradaban, pengkhianat umat.

Hari itu, hari Jum’at. Seharusnya menjadi hari yang baik bagi muslimin. Tepatnya tanggal 7 Shafar 656 H. Kota Baghdad, pusat peradaban dunia terbesar masa itu. Ibukota Khilafah Abbasiyyah yang telah 5 abad memakmurkan bumi ini dengan peradaban dan ilmu.

Hari Jum’at itu justru puncak kehancuran wilayah khilafah dan akhir dari keseluruhan kebesaran. Untuk selamanya. Hulaghu Khan pemimpin pasukan Mongolia hari itu datang masuk ke dalam istana Khilafah terakhir Abbasiyyah, Musta’shim billah. Dia datang beserta istrinya dan para pengawalnya. Seluruh elemen kekhilafahan telah lumpuh. Khalifah sudah menyerah. Hulaghu meminta Musta’shim menunjukkan semua simpanan kekayaan di istananya. Dengan sangat hina, Musta’shim menunjukkan semua kekayaannya dalam istana. Kemudian Hulaghu membagikan perhiasan dan kekayaan itu kepada istrinya dan para pengawal dekatnya.

Sudah satu minggu, Kota Baghdad dihancurkan dari berbagai sudutnya. Musibah kemanusiaan yang tidak mengenal satu kecap pun kata kasihan. Begitulah kekejaman pasukan Mongolia.

Tembok kota dihancurkan. Setiap yang datang dibunuh. Setiap yang menyerah pun dibunuh. Pembunuhan besar-besar itu disaksikan oleh Sungai Dijlah. 3 hari Sungai Dijlah berwarna merah darah. Juga jalanan Kota Baghdad. Banjir darah.

Anak-anak dan wanita memohon belas kasihan di bawah kuda-kuda pasukan Mongolia untuk dimaafkan dan agar tidak dibunuh, dengan al-Qur’an di tangan-tangan mereka. Tetapi kuda-kuda Mongol menginjak-injak semuanya. Diinjak-injak tanpa secuil pun rasa kasihan. Sebelum akhirnya pedang-pedang pun, mereka ayunkan kepada setiap anak dan wanita.

Mereka yang sakit terbaring di rumah sakit tidak luput merasakan kekejaman yang belum pernah disaksikan oleh kekejaman bangsa manapun. Tidak ada satupun yang selamat. Semuanya harus mengakhiri ajalnya di ujung pedang Mongolia.

Satu minggu itu, setidaknya 400.000 nyawa melayang. Termasuk khalifah Musta’shim dan seluruh anak serta kerabatnya.

Bukan hanya pembantaian muslimin. Peradaban yang dibangun berabad-abad, ilmu yang menerangi dunia juga ikut dihancurkan. Lagi-lagi Sungai Dijlah menjadi saksi bisu. Pasukan Mongolia menyeberang sungai Dijlah dengan menggunakan tumpukan buku. Kuda-kuda Mongol menginjak-injak buku-buku ilmu.

Masjid-masjid diruntuhkan. Rendah sekali syahwat Mongolia, yaitu mengambili pernik-pernik masjid yang terbuat dari emas di kubah-kubahnya. Istana-istana juga dihancurkan untuk dirampas semua kekayaan berupa harta benda dan perhiasan.

Kota dibakar. Gedung, masjid, perpustakaan, istana, rumah sakit. Kehancuran total.

Hulaghu Khan akhirnya menghentikan pembunuhan. Penghentian itu dikarenakan bau anyir darah dan bekas puing-puing penghancuran dan pembakaran menyebabkan polusi dan penyebaran wabah penyakit. Hulaghu mengkhawatirkan kesehatan pasukannya, sehingga dia memerintahkan penguburan mayat manusia dan binatang.

Dan Baghdad pun hancur lebur. Pusat kebesaran Islam itu. Ibukota Khilafah Abbasiyyah itu. Khilafah Abbasiyyah diakhiri dengan cara yang sangat mengiris-iris hati. Baghdad dihabisi dengan cara yang sangat mudah. Kebesaran itu runtuh dengan begitu sederhana. Tidak ada kota sebegitu mudah diruntuhkan, semudah Baghdad.

La haula wa quwwata illa billah...

Innalillah wa inna ilahi raji’un...

Seharusnya Baghad tidak runtuh. Semestinya Khilafah Abbasiyyah tidak hilang. Kalau tidak muncul pengkhianat besar di tubuh kekhilafahan. Kalau saja tidak ada pengkhianat umat.

Muayyaduddin Ibnul ‘Alqami. Nama pengkhianat yang hingga akhir zaman akan selalu disebut dalam sejarah Islam sebagai pengkhianat peradaban, pengkhianat umat. Ibnul ‘Alqami bukan sembarang orang. Dia adalah perdana menteri di kekhilafahan Abbasiyyah.

Sebelum pengkhianatan Ibnul ‘Alqami, sesungguhnya para amir wilayah sekitar Baghdad telah lebih dahulu menjadi pengkhianat umat. Mereka bersatu dan bersedia bahkan ada yang berangkat sendiri untuk membantu pasukan Mongolia menghancurkan muslimin sendiri.

Tetapi puncak semua pengkhianatan itu adalah tokoh terdekat dengan pusat. Di Kota Baghdad yang dikenal kuat. Ibnul ‘Alqami diam-diam membangun hubungan haram dengan Hulaghu. Pengkhianat umat itu menjual Baghdad dengan tukaran di antaranya adalah jabatan jika Hulaghu berhasil menguasai Baghdad. Rencana demi rencana jahat dilakukannya. Sementara khalifah asyik menikmati goyangan artis dan berpesta pora.

Begitulah. Dan sejarah pun mengulang dirinya. Andalus mempunyai kisah yang mirip. Karena memang sejarah selalu sama di zaman manapun.

Kota terakhir yang masih kuat berdiri saat seluruh kota-kota wilayah Andalus telah menyerah di tangan negara-negara Kristen adalah Granada. Kota itu masih sangat kuat bertahan, gagah dan terus membangun.

Tetapi akhirnya Granada pun menyerah. Khilafah Islamiyyah di Eropa selatan tutup hingga hari ini (semoga Allah memberi kita kesempatan untuk melihat kembalinya Eropa ke tangan muslimin - amin).

Dan sejarah terulang lagi. Granada runtuh karena pengkhianat peradaban ada dalam tubuh muslimin. Mereka bukan sembarang orang. Mereka adalah pemimpin muslimin, tetapi merangkap pengkhianat umat.

Tiga nama yang diabadikan sejarah hingga hari akhir nanti sebagai pengkhianat umat. Catatan itu tidak akan pernah bisa dihapus. Dua orang menteri: Yusuf bin Kamasyah dan Abul Qasim al-Malih, serta satu tokoh agama: al-Baqini.

Umat dijual. Negeri muslim digadaikan. Diserahkan kepada negara Kristen. Ditukar dengan sampah dunia.

Raja Fernando 3 dan Ratu Isabella memasang salib besar dari perak di pasang di atas Istana al-Hamra’ dan diumumkan bahwa hari itu adalah akhir dari kekuasaan muslim di Andalus.

Tahun 1499 M, masjid-masjid resmi ditutup.

Sesungguhnya ini bukan akhir dari perjalanan muslimin di Andalus. Perjuangan sekelompok mujahidin muslimin terus digelorakan, mencoba mengambil alih Granada. Perjuangan itu ada pasang surutnya.

Perjuangan itu bukan tidak ada hasilnya. Beberapa wilayah di sekitar Andalus sempat berhasil dikuasai muslimin.

Ibnu Abbu adalah pemimpin terakhir kelompok mujahidin yang terus dikejar-kejar oleh pasukan Kristen. Tetapi mereka tidak pernah berhasil menyentuh Ibnu Abbu.

Lagi, sejarah terulang. Pengkhianat internal penyebabnya. Ibnu Abbu syahid bukan di tangan pasukan Kristen. Tetapi dibunuh oleh seorang muslim yang bernama Syurais, yang anak dan istrinya ditawan oleh pasukan Kristen. Syurais dijanjikan bahwa anak istrinya akan dibebaskan jika ia berhasil membunuh Ibnu Abbu. Dan pengkhianat itupun melakukannya.

Ibnu Abbu telah syahid. Dan akhirnya semuanya terhenti. Semua perjuangan muslimin berakhir. Muslimin harus mati atau menjadi budak. Akhir seluruh perjalanan muslimin di Andalus.

Maha benar Allah dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap Khawwan lagi Kafur.” (Qs. Al-Hajj: 38)

Khawwan adalah pengkhianat besar. Kafur adalah orang dengan kekafiran besar atau pengingkar nikmat.

Setidaknya ada 2 pelajaran besar dari ayat agung tersebut:

1. Hanya Allah yang menjaga jamaah orang-orang beriman. Bukti penjagaan Allah, dengan tidak menyelinapnya khawwan dan kafur. Jika telah hadir dua kelompok tersebut, berarti jamaah mukminin tersebut sudah ditinggal Allah. Sekaligus bukti bahwa Allah sudah tidak ridha, sehingga tidak lagi ada penjagaan-Nya.

2. Khawwan lebih dahulu disebut sebelum kafur. Dan selalu begitu. Para pengkhianat selalu menjadi mukaddimah untuk kehancuran jamaah orang-orang beriman yang berakhir di tangan orang-orang kafir.

Ibnul ‘Alqami, Yusuf bin Kamasyah, Abul Qasim al-Malih, al-Baqini, Syurais. Nama-nama para pengkhianat peradaban.

Nama-nama yang berbeda akan terus bermunculan sepanjang zaman. Hingga hari ini. Di tubuh muslimin. Para tokohnya…

Sebagai pengkhianat peradaban! Sebagai pengkhianat umat!

فاعتبروا يا أولى الأبصار

Friday, May 22, 2009

Mengenang 400 Tahun Pengusiran Muslim Spanyol

Sekitar 80 akademisi dari Spanyol, Tunisia, Aljazair, Maroko, Prancis, dan beberapa negara lainnya berdiskusi dalam sebuah forum internasional tentang umat Islam yang secara kolektif diasingkan dari Granada 400 tahun lalu.

Pada 1492, setelah jatuhnya Kota Granada-Andalusia, sebagian besar umat Islam diasingkan dari bumi Islam, Andalusia (Spanyol). Sementara itu sisanya dipaksa masuk agama Kristen. Tidak cukup dengan hal demikian, umat Islam pun mengalami siksaan yang memilukan setiap tahunnya, yaitu dibakar hidup-hidup.

Saat ini, banyak umat Islam Spanyol yang menyadari bahwa leluhur mereka merupakan muslim Andalusia.

9 April 2009 lalu genap sudah 400 tahun terjadinya salah satu gerakan pengusiran terbesar sepanjang sejarah, yang mengeluarkan muslim Andalus yang telah hidup di bumi tumpah darahnya selama 8 abad, sekaligus juga membangun peradaban Islam yang gemilang dan menjadi salah satu peradaban yang paling penting.

Para sejarawan memperkirakan jumlah umat Islam yang diusir ada sekitar 250 ribu--350 ribu jiwa. Hal itu mengindikasikan bahwa sebagian mereka pergi ke pantai utara Maroko dan sisanya pergi ke Tunisia.

Seorang penulis kenamaan Spanyol Juan Guytesillo menyatakan peristiwa tersebut sebagai pengusiran sekaligus pemusnahan etnis dan agama yang pertama kali terjadi di Eropa.

Penulis Spanyol lainnya, Emilio Paistorius mengatakan bahwa pengusiran bangsa Moor (muslim) dari Andalusia merupakan kejahatan terbesar kedua. Sedangkan kejahatan terbesar yang pertama adalah pencurian buku-buku milik kaum muslimin oleh Ratu Isabella, yang kemudian dibakar di depan pintu gerbang ar-Raml (Bab al-Raml), Granada, kecuali buku-buku kedokteran Islam.

Islam bercokol di semenanjung Iberia (Andalusia, kini Spanyol, Portugal dan Andorra) selama kurang lebih 8 abad (8--16 M). Selama rentan waktu itu pula, Islam mampu menyulap semenanjung yang semula daerah pinggiran itu menjadi salah satu pusat peradaban dunia dan sentral ilmu pengetahuan sejagat. Ribuan cendikiawan, jutaan jilid buku, dan ratusan bangunan bersejarah Arab-Islami mengabadikan kisah kegemilangan peradaban Islam di bumi Andalusia itu.

Dan dari Islam-Andalusia pula, bangsa Eropa (kembali) mengenal ilmu pengetahuan hingga akhirnya mengilhami abad pencerahan, aufklarung, renaissance, dan kebangkitan di benua itu.

Transmisi ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang beralur dari Andalusia ke kota-kota Eropa lainnya. Filsuf Inggris abad pertengahan Roger Bacon menyatakan, kebangkitan Eropa sangat berhutang kepada peradaban Islam Andalusia. (wb/L2-AGS, Kairo)

Tuesday, May 12, 2009

Bahroum : Paus Mengekalkan Penjajahan Zionis

Hamas menyatakan, bahwa kunjungan Paus Benedict XVI ke Israel, khususnya sesudah terjadinya pembantaian di Gaza, yang menyebabkan terbunuhnya anak-anak, wanita, dan orang tua, dan hancurnya bangunan, dan kunjungan itu hanyalah mengekalkan penjajah dan kebiadan Zionis-Israel. Pernytaan keras kepada Paus itu, disampaikan oleh juru bicara Hamas, Fauzi Bahroum, di kota Gaza.

Menurut Bahroum, pernyataan Paus, yang mendukung adanya solusi yang ditawarkan Obama, tentang ide dua negara : Palestina dan Israel, adalah sebuah ‘surprise’, dan itu berarti menyetujui pengekalan terhadap penjajahan, yang sudah berlangsung selama lebih dari 60 tahun, yang dilakukan oleh rezim Zionis-Israel. Dukungan terhadap ide dua negara itu, justru menurut Bahroum, hanya akan mengekalkan sebuah entitas politik yang bernama Israel, yang akan terus menerus menjajah, dan menerapkan sistem yang sangat rasis.

Pemerintah Zionis-Israel secara sistematis menggerogoti tanah-tanah yang menjadi milik warga Palestina, di Jerusalem dan Tepi Barat, dan melakukan proses yahudisasi kota Jerusalem, dan mengusir penduduk setempat, serta para penduduk Arab itu, sebagai penduduk illegal. Anehnya, Paus menjad pura-pura ‘bodoh’, terhadap tindakan yang dilakukan Zionis Israel, yang menghancurkan rumah yang menjadi milik penduduk Arab-Palestina di Jerusalem dan Tapi Barat.

Paus Benedicth XVI, justru secara terang-terangan, ketika bertemu dengan para pemimpin Zionis-Israel, menyatakan rasa simpatinya terhadap keluarga korban penculikan Kopral Gilad Shalid, yang diculik oleh Hamas. Tapi, dari mulut Paus tidak sedikitpun keluar ucapan simpati terhadap 12.000 warga Palestina,yang sekarang ini berada di penjara-penjara Israel, dan umumnya mengalami kondisi yang buruk, dan sangat menyedihkan.

Kelompok Gerakan Jihad Islam, di Tepi Barat, memberikan komentarnya atas kunjungan Paus ke Israel, dan pernyataan yang menyatakan simpatinya kepada keluarga Gilad Shalid, sebagai tindakan yang membutakan mata atas holocaust yang dilakukan oleh Zionis-Israel, selama mereka melakukan kejahatannya di Gaza, di bulan Januari lalu.

Mengapa Paus tidak mau melihat,bagaimana kodisi umat Islam dan Kristen, yang dihancurkan oleh Zionis-Israel, baik di Jerusalem maupun di Tepi Barat, tapi justru nampaknya Paus ingin lebih mengambil hati para pemimpin Israel, dan mengabaikan keadilan bagi rakyat Palestina yang ditindas dan dihancurkan oleh Israel. (m/pic)